Karib & Kerabat BLIPfest,
Semenjak kontes ini mulai diumumkan ke publik–setelah lewat satu bulan–hingga hari ini telah berlimpah foto yang masuk ke meja redaksi. Terhitung lebih dari 100 foto yang sudah kami terima. Yay!
Totally, sungguh sebentuk respons yang menggembirakan hati. Kecintaan pada budaya sendiri ternyata masih kuat terpatok di hati masing-masing. Lagipula, pada faktanya, tentulah bukan sebuah hal sulit bagi kita untuk mencari objek gambar yang berkaitan dengan kebudayaan, sebab apa-apa yang ada di sekitar kita adalah budaya nan eksotik itu sendiri.
Para peserta pun menerjemahkan “budaya” itu dengan caranya masing-masing. Ada yang mengejawantahkan lewat kaca mata klasik: memotret rupa-rupa kesenian tradisional, arsitektur kuno, serta segala aktivitas yang berkaitan estetika masa lampau. Sementara sebagian kontestan membeberkan pemahamannya terhadap budaya lewat perspektif non-konvensional mulai dari mengabadikan keelokan tempat wisata, menjepret dinamika para pedagang di pasar, hingga menyuguhkan gambar kegiatan penggalian candi dari jaman baheula yang kebetulan tertimbun di bawah kampus tempatnya bersekolah (!). Sementara latar belakang peserta pula bermacam-macam. Sejak dari pelajar, mahasiswa, birokrat, jurnalis, fotografer, sampai pesohor seni sekaliber Amir Sidharta (!!).
Dan berikut di bawah ini kami dari Dewan Kurator BLIPfest mempersilakan Karib & Kerabat BLIPfest untuk menyimak sebagian kecil dari foto-foto yang belakangan riuh mewarnai komputer kami. Gambar-gambar yang ditampilkan di sini bukan bersandar pada bagus tidaknya karya tersebut, tapi kami semata hendak menyuguhkan fenomena sedemikian beragamnya pilihan tema yang dimunculkan–dan itu duhai menarik bagi kami. Benar, tiap kepala mendefinisikan “budaya” dengan logika uniknya sendiri. Bravo!
[Read more…]
Sejawat BLIP Sekalian,
Merespons masukan dari publik serta untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat, maka waktu penerimaan karya di Lomba Foto Menggunakan Kamera Handphone “Warisan Budayaku” diputuskan untuk DIPERPANJANG hingga 24 Januari 2010.
Ragam hadiah serta persyaratan lainnya masih tetap sama seperti semula. Selengkapnya silakan klik di sini
Hey, tunggu apa lagi,
Ayo ambil ponselmu,
Jepret eksotika budaya di sekitarmu,
Ekspresikan cintamu pada kultur negeri ini
…Sebab kalau bukan kita, siapa lagi?!
WARISAN BUDAYAKU adalah sebuah Lomba dan Pameran Foto Handphone yang dikelola oleh BLIPfest (Bali Photography Festival) dan dilaksanakan terkait dengan Denpasar Festival 2009 pada tanggal 28 s/d 31 Desember 2009.
Ketentuan Lomba dan Syarat Karya Foto
1. Terbuka untuk umum, seluruh Warga Negara Indonesia.
2. Tema foto WARISAN BUDAYAKU adalah bernuansa atau mencitrakan berbagai momen (peristiwa, realitas keseharian, aktivitas atau beragam hal lainnya) yang menurut fotografer terkait dengan ranah dan makna warisan kebudayaan Nusantara dan Republik Indonesia.
3. Karya foto tidak boleh mengandung unsur pornografi, SARA, sadisme atau hal lain yang bersifat merendahkan atau melecehkan pihak lain.
4. Pemotretan HANYA BOLEH dilakukan dengan menggunakan KAMERA TELEPON GENGGAM (handphone).
5. Olah digital melalui software yang diperbolehkan sebatas pengaturan kontras, burning, dodging, sharpening, dan cropping. Penambahan elemen dalam foto TIDAK diperkenankan.
6. Peserta diminta untuk mengirim file foto format ‘jpeg’ tidak lebih besar dari 400KB terlebih dahulu ke alamat e-mail di bawah.
File foto yang lebih besar pada tahap awal tidak akan diterima.
Bagi pemenang dan favorit terpilih wajib mengirimkan file foto asli dan file hasil olah digital dengan format jpeg yang ukurannya minimum 1MB.
7. Foto adalah karya milik sendiri dan belum pernah memenangkan lomba serta belum pernah dipublikasikan.
8. Lokasi subyek foto berada di wilayah Indonesia atau bertemakan budaya Indonesia.
9. Foto dikirimkan dalam bentuk soft copy beserta judul foto, lengkap dengan konsep atau narasi foto berikut lokasi pemotretan.
10. Peserta Lomba wajib juga menyertakan data teknis seperti nama peserta (sesuai dengan identitas resmi – KTP/SIM/Paspor), profesi, alamat lengkap, no. telepon, alamat e-mail, jenis atau tipe handphone yang digunakan, lokasi pemotretan serta tahun pemotretan.
11. Kategori foto berwarna dan/atau hitam putih.
12. Setiap peserta dapat memasukan karya foto sebanyak 5 frame. Apabila peserta mengirimkan lebih dari 5 karya foto maka panitia hanya akan memilih 5 foto secara acak tanpa pemberitahuan kepada pemilik foto.
13. Hadiah akan diberikan untuk pemenang juara I, II, III serta koleksi yang terbaik. Tersedia juga hadiah untuk 5 favorit dari peserta yang berbeda.
14. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan.
15. Keputusan Dewan Juri adalah sah dan tidak dapat diganggu gugat.
16. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua ketentuan teknis dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia.
Hadiah
Juara I akan mendapatkan Kamera Canon Ixus 120 IS + Kaos BLIPfest
Juara II akan mendapatkan Telepon Genggam berkamera Sony Ericsson K770 + Kaos BLIPfest
Juara III akan mendapatkan Tas Crumpler The Breakfast Buffet + Kaos BLIPfest
Juara “Koleksi Terbaik” akan mendapatkan Tas Crumpler The Western Lawn + Kaos BLIPfest
Juara Harapan I akan mendapatkan Tas Crumpler The Quarfie + Kaos BLIPfest
Juara Harapan II akan mendapatkan Telepon Genggam berkamera Sony Ericsson S312 + Kaos BLIPfest
Juara Harapan III akan mendapatkan Tas Crumpler The Status Belly + Kaos BLIPfest
Juara Harapan IV akan mendapatkan Voucher senilai Rp 500.000 + kaos BLIPfest
Juara Harapan V akan mendapatkan Voucher senilai Rp 400.000 + kaos BLIPfest
Juara favorit melalui POLLING SMS ke no 3499 akan mendapatkan Voucher senilai Rp 250.000 + Kaos BLIPfest
Pengumpulan Karya Foto
Paling lambat Minggu, 24 Januari 2010, melalui e-mail: info@theblipfest.com
Karya yang sudah masuk akan dipublikasikan di http://www.theblipfest.com [Read more…]
Last but not least of our emerging Indonesian photographers to be featured at the Alila Ubud tomorrow (!) is Diana Putri Tarigan.
Meet IMAGEMAKERS OF THE FUTURE: Diana Putri Tarigan
Diana Putri Tarigan studied business marketing at RMIT in Melbourne, Australia, before training at the Darwis Triadi School of Photography, graduating in 2005. She undertook further training at the ANTARA Photo Journalism Workshop in Jakarta in 2008. Diana now specializes in travel photography. She has taken movie stills on several film productions, including the current shoot of Eat Pray Love in Bali, and has worked on four film documentaries: Aceh Tsunami, Toraja – Tomate, Kawa Ijen Labours and Tokian Gypsies. For Diana, photography is about ‘not the position, but the direction’. [Read more…]
10th in our series of emerging Indonesian photographers to be exhibited at the Alila Ubud is Gus De
Meet IMAGEMAKERS OF THE FUTURE: Gus De
Gus De majored in economics at college. He developed a passion for landscape photography when his father gave him a camera in 1992. For a time he was unable to pursue this passion due to financial limitations, but in 2002 took up photography once again. His training has come exclusively from images he has studied on the Internet. Now Gusde works as a professional photographer for a surf company, and as a freelancer for magazines such as Rolling Stone, Trax, Cosmo Girl, Bella Donna Wedding, The Beat, Spice, Girl Friend, JUENE and Blend Magazine.
For GusDe, the world of photography is a world of beauty and fun. It opens him to many things – to falling in love with nature and culture, and to interacting with the people around him. [Read more…]
9th in our series of profiles of emerging Indonesian photographers to be exhibited at Alila Ubud is Nicoline Patricia Malina
Meet IMAGEMAKERS OF THE FUTURE: Nicoline Patricia Malina
Nicoline Patricia Malina was born in Surabaya, and studied Fine Arts in Hogeschool voor De Kunsten Utrecht. She set up as an independent fashion photographer in 2006 and worked in Amsterdam, Paris and Antwerp. In 2007 she was awarded first prize in the Iconique Societás Excellence in Fashion Photography, and in 2008 moved to Jakarta. She now works for clients in Indonesia, Singapore and China, while still regularly visiting and working in Europe.
This year Nicoline received the Young Photographer of the Year Award from ELLE Indonesia, and Photographer of The Year from A+ Scarlett Celebrity Fashion Award. Her work is internationally recognized, and commissions have come from international magazines such as Harper’s Bazaar, Elle, Amica, Esquire, Maxim, Cosmopolitan, Herworld and Female. Her extensive list of commercial clients includes Ponds, Lux, Clear, Sony, M Pacific Place, Immigrant, A Mild, Young Designer United Amsterdam and WWF. Nicoline exhibits from time to time in solo and group exhibitions in Jakarta. [Read more…]
8th in our series on emerging Indonesian photographers to be exhibited at the Alila Ubud is Muradi
Meet IMAGEMAKERS OF THE FUTURE: Muradi
Muradi was born in Tangerang in 1981. He studied photography at the Universitas Negeri Jakarta (UNJ) where he majored in Arts. After graduating, he joined Tempo magazine as a stringer. He is currently working as a staff photographer for Kontan Daily.
Throughout his career as photojournalist Muradi has participated in exhibitions such as ‘Eyemotion’ in Oktagon Galeri (2006), ‘Unbreakable’, a group photo exhibition with fellow workshop participants at Galeri Foto Jurnalistik Antara, and ‘The Promise of the City’ at the Goethe Institute in Jakarta. In 2007 he had the opportunity to participate in workshops mentored by Wolfgang Bellwinkel (Ostkreuz Agency) and Peter Bialobrrzeski.
He says “For me photography has the same significance as sketching or painting, I use it to express what I see and think”. [Read more…]
7th in our series on the emerging Indonesian photographers is Eric Chang.
Meet IMAGEMAKERS OF THE FUTURE: Eric Chang
Eric Chang is a young yet prolific photographer who has worked on a variety of projects since 2005, taking on portrait subjects as diverse as orchestra conductors, neurosurgeons, traditional Chinese musicians and batik artists, and Indonesian public figures Nia Dinata, Ruth Sahanaya and Sebastian Gunawan. He has shot for a broad range of commercial clients, amongst them Indonesian Tatler, Metro TV and Novotel; he has had solo exhibitions, and been official photographer at large-scale events in Jakarta, for example Beyonce and Il Divo concerts. He is the recipient of a photography scholarship at the College of Art and Design in Pasadena, California, where he will be studying next year. [Read more…]
Sixth of our emerging Indonesian photographers to be exhibited on the 10th of October at Alila Ubud is Sonia Prabowo.
Meet IMAGEMAKERS OF THE FUTURE: Sonia Prabowo
Sonia Prabowo was educated at Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, where she majored in Economics. Her career in commercial photography began in 2005. Sonia specialises in family and sensual art portraits and fashion photography (both local and international), as well as working on occasion for the music and tourism industries. Her exhibitions have included ‘Reflection’, a fund-raising art exhibition in Jakarta 2008, and ‘Heart Broken’ in Yogyakarta the same year. Recently she held ‘My Mommy is a Bread-winner’ in Linggar Seni Gallery, Jakarta. Her work has appeared in a range of media including Fun Fearless Female, Cosmopolitan Indonesia, and Exposure.
Sonia is interested in photography so that she can express her personalised way of seeing to the world; she believes in the uniqueness of the individual, and that one mustn’t be afraid to be stand out or be different. [Read more…]